Humas MAN 1 Pringsewu Ikuti Webinar Penguatan Tata Kelola Kehumasan Kemenag

Agenda
20 August 2026
34 Kali Dibaca
Humas MAN 1 Pringsewu Ikuti Webinar Penguatan Tata Kelola Kehumasan Kemenag

Pringsewu, 19 Agustus 2026 — Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola dan publikasi informasi, Humas Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pringsewu mengikuti Webinar Penguatan Tata Kelola Kehumasan melalui Kemenag Avengers yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu tersebut diikuti oleh insan humas dari berbagai satuan kerja (satker) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kerja tim humas sekaligus meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat.

MAN 1 Pringsewu dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas), Siti Aminah, S.Pd. Ia mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan profesionalitas pengelolaan informasi dan publikasi.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan arahan mengenai penguatan peran strategis humas, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI). Insan humas didorong untuk memanfaatkan AI secara bijak guna mempercepat pekerjaan, namun tetap mengedepankan verifikasi, akurasi, etika, dan koordinasi dengan pimpinan.

Humas juga diingatkan agar tidak kalah cepat dengan informasi palsu yang berkembang di ruang publik. Setiap informasi yang diterima perlu dikenali, diverifikasi, dan segera dikoordinasikan apabila terdapat indikasi sebagai informasi yang tidak benar. Karena itu, humas tidak hanya dituntut menjadi pusat informasi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan publik melalui informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain menghasilkan konten, insan humas didorong untuk membangun narasi yang autentik, relevan, dan memiliki sentuhan kemanusiaan. Penyampaian informasi hendaknya menggunakan bahasa yang manusiawi serta memperhatikan kearifan lokal agar pesan yang disampaikan lebih dekat dan bermakna bagi masyarakat.

Dalam materi yang disampaikan Kepala Biro Humas Kementerian Agama RI, Dr. H. Thobib Al-Asyhar, para insan humas Kementerian Agama diapresiasi atas dedikasi dalam bekerja sepenuh hati dan sepenuh jiwa untuk menyebarluaskan informasi serta berita baik kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa pekerjaan humas juga memiliki tanggung jawab spiritual. Informasi yang baik perlu disampaikan, sementara informasi yang buruk, tidak valid, atau berpotensi menimbulkan mudarat harus ditahan dan tidak disebarluaskan. Prinsip tersebut sejalan dengan semangat tabligh, amar makruf nahi mungkar, serta tanggung jawab dalam menjaga ruang informasi publik.

Lebih lanjut, insan humas didorong untuk mengangkat berbagai praktik baik yang ada di lingkungan Kementerian Agama, seperti guru berprestasi, model pembelajaran inovatif, keberhasilan program ekoteologi, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah, serta berbagai inovasi pelayanan yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Humas juga diharapkan mampu membangun ekosistem publikasi yang kuat melalui kolaborasi antara pusat, daerah, satuan kerja, dan masyarakat. Prinsip kerja humas yang perlu terus diperkuat adalah saling berbagi informasi, saling menguatkan narasi, saling mengangkat praktik baik, dan bekerja secara sinergis.

Dalam publikasi program pemerintah, humas tidak cukup hanya memberitakan bahwa suatu kegiatan telah dilaksanakan. Lebih dari itu, humas harus mampu menunjukkan dampak nyata dari program tersebut kepada masyarakat.

Pola pemberitaan yang dikembangkan dapat menggunakan pendekatan Masalah – Intervensi – Hasil – Dampak, sehingga sebuah berita tidak berhenti pada aspek seremonial, tetapi mampu menjawab pertanyaan mengenai persoalan yang dihadapi, langkah yang dilakukan, hasil yang dicapai, serta perubahan atau manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Jangan hanya mempublikasikan kegiatan, tetapi publikasikan dampaknya. Tunjukkan apa yang berubah, siapa yang menerima manfaat, dan bagaimana program tersebut memberikan dampak,” menjadi salah satu penekanan dalam penguatan tata kelola kehumasan tersebut.

Humas juga diarahkan untuk lebih selektif dalam menentukan konten yang layak dipublikasikan pada kanal resmi. Konten yang diangkat hendaknya memiliki nilai berupa inovasi, solusi, perubahan, prestasi, dampak bagi masyarakat, maupun kisah inspiratif. Bahkan praktik baik yang sederhana, ringan, dan berskala kecil tetap memiliki nilai publikasi apabila memberikan manfaat nyata dan dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain.

Menanggapi kegiatan tersebut, Waka Humas MAN 1 Pringsewu, Aminah, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap penguatan kapasitas kehumasan yang dilakukan Kementerian Agama.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan penting bagi tim humas madrasah, khususnya dalam mengembangkan pola publikasi yang tidak sekadar menyampaikan kegiatan, tetapi juga mampu mengangkat prestasi, inovasi, praktik baik, serta dampak program madrasah bagi peserta didik dan masyarakat.

Ia berharap tim humas MAN 1 Pringsewu dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan publikasi di seluruh bagian madrasah.

“Tim humas di MAN 1 Pringsewu harus terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pada semua bagian, membangun komunikasi yang baik, serta menghadirkan informasi yang valid, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Humas MAN 1 Pringsewu berkomitmen untuk terus melakukan penguatan kapasitas, meningkatkan literasi AI, mempercepat respons terhadap perkembangan informasi, serta menghadirkan konten berkualitas yang mampu membangun kepercayaan publik.

Kedepan, evaluasi dan monitoring terhadap publikasi juga perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui jenis konten yang paling mendapat perhatian masyarakat, sekaligus mengidentifikasi praktik baik yang dapat dikembangkan dan ditiru oleh satuan kerja lainnya.

Dengan semangat “Humas Berbagi, Humas Level Up”, insan humas diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan informasi Kementerian Agama yang akurat, terpercaya, humanis, inspiratif, dan berdampak bagi masyarakat.( ek)

Bagikan artikel ini: